TransTRACK Perkuat Kolaborasi Teknologi dengan PT Putra Perkasa Abadi (PPA) untuk Mendukung Operasional Pertambangan yang Lebih Aman dan Efisien
Diposting pada Agustus 24, 2026 oleh Nur Wachda Mihmidati
Bandung, 24 Agustus 2026 — TransTRACK kembali memperkuat kolaborasi teknologi bersama PT Putra Perkasa Abadi (PPA), salah satu kontraktor pertambangan terbesar di Indonesia, melalui pelaksanaan Workshop TransTRACK x PPA yang berlangsung pada 18–20 Agustus 2026 di Bandung. Workshop ini diikuti oleh 42 peserta dari PPA dan menjadi bagian dari upaya bersama untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi berbasis data dalam mendukung keselamatan, efisiensi, serta produktivitas operasional pertambangan.
Selain memperkuat pemanfaatan teknologi, kegiatan ini menjadi momentum bagi TransTRACK untuk mempererat hubungan dengan PPA sekaligus memberikan apresiasi atas kepercayaan dan kerja sama yang telah terjalin.

Kolaborasi tersebut berlangsung di tengah perkembangan industri pertambangan Indonesia yang memiliki skala operasional besar dan semakin kompleks. Berdasarkan Laporan Kinerja Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM Tahun 2025, produksi batu bara Indonesia mencapai 817,48 juta ton pada 2025. Besarnya skala tersebut turut meningkatkan kebutuhan terhadap pengelolaan operasional yang lebih terintegrasi, termasuk melalui pemanfaatan teknologi dan data.
Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, menyampaikan bahwa penerapan teknologi di industri pertambangan perlu terus berkembang mengikuti dinamika dan tantangan operasional di lapangan.
“Di industri pertambangan, teknologi tidak cukup hanya memberikan visibilitas terhadap apa yang terjadi di lapangan. Teknologi perlu membantu perusahaan memahami risiko, mengambil keputusan berbasis data dengan lebih cepat, serta mengantisipasi potensi masalah sebelum berdampak pada operasional. Melalui kolaborasi dengan PPA, kami ingin terus mengembangkan teknologi berdasarkan kondisi aktual di lapangan dan menerjemahkan data operasional menjadi nilai yang terukur bagi keselamatan dan produktivitas,” ujar Anggia.
Sejak 2024, TransTRACK telah mendukung PPA dalam memenuhi kebutuhan operasional perusahaan yang terus berkembang, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan industri pertambangan terhadap dukungan teknologi di lapangan. Keberlanjutan kerja sama ini mencerminkan komitmen TransTRACK dalam membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dalam pendekatan tersebut, implementasi teknologi tidak menjadi tahap akhir, melainkan menjadi dasar untuk menemukan kebutuhan baru, mengevaluasi pemanfaatan solusi, dan mengembangkan inovasi yang relevan.
Ledi Hari Setiawan, Chief Operating Officer TransTRACK, menjelaskan bahwa hubungan berkelanjutan dengan PPA menjadi salah satu bentuk upaya TransTRACK dalam menjaga retensi pelanggan dan mempertahankan tingkat customer churn yang rendah.

“Bagi kami, mempertahankan pelanggan bukan hanya tentang keberlanjutan penggunaan teknologi, tetapi bagaimana kami terus memberikan nilai seiring berkembangnya kebutuhan operasional mereka. Bersama PPA, hubungan yang dimulai sejak 2024 telah berkembang dari implementasi teknologi menuju kolaborasi yang lebih strategis, di mana kami bersama-sama mengeksplorasi, mengembangkan, dan mengevaluasi solusi berdasarkan kebutuhan di lapangan,” ujar Ledi.
Melalui workshop tersebut, PPA turut memperluas eksplorasi terhadap ekosistem teknologi TransTRACK yang dapat mendukung berbagai kebutuhan operasional pertambangan. Solusi yang diperkenalkan mencakup Live Tracking & Monitoring, Driver Scheduling, pemantauan kondisi kendaraan dan jalan, Fuel Management System, hingga Carbon Measurement.
Eksplorasi teknologi tersebut juga melibatkan sejumlah mitra, antara lain Howen Technologies, CO2 Connect, dan Michelin, serta diperkuat melalui pengenalan TransTRACK Academy yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi pengguna dalam memaksimalkan pemanfaatan teknologi.
Bagi PPA, berbagai solusi tersebut memiliki relevansi terhadap tantangan operasional yang dihadapi di lapangan, termasuk interaksi antara kendaraan dan pekerja, kondisi jalan tambang, serta risiko kelelahan operator. Pemanfaatan teknologi untuk menjawab tantangan tersebut menjadi bagian dari perjalanan PPA dalam mewujudkan visinya untuk menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia di bidang jasa pertambangan mineral dan batubara sebelum 2030.
Rozzaq Alhanif Islamudin, Department Head SHE Corporate PT Putra Perkasa Abadi (PPA), menjelaskan bahwa teknologi menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung penerapan keselamatan secara preventif.
“Di bidang keselamatan, kami memanfaatkan teknologi TransTRACK sebagai bagian dari upaya preventif. Salah satu yang telah kami gunakan adalah Mobile Digital Video Recorder (MDVR) untuk memantau kelelahan pekerja saat mengoperasikan unit. Data yang diperoleh kemudian kami analisis secara mendalam untuk membantu mengidentifikasi risiko dan menjadi dasar dalam menentukan langkah pencegahan,” ujar Rozzaq.
Lebih dari sekadar penyedia teknologi, PPA melihat TransTRACK sebagai mitra yang dapat terlibat dalam proses pengembangan solusi sesuai kebutuhan operasional. Kolaborasi tersebut memungkinkan kedua pihak untuk bersama-sama mengidentifikasi tantangan, mengeksplorasi pemanfaatan teknologi, serta mengevaluasi solusi secara berkelanjutan.
“TransTRACK merupakan salah satu mitra kami untuk berbisnis, berpikir, dan melakukan pengembangan bersama. TransTRACK hadir untuk berkolaborasi mengenai bagaimana teknologi bisa menjawab tantangan yang saat ini ada. Dalam beberapa kesempatan, kami juga melakukan pengembangan solusi sesuai dengan kebutuhan operasional, yang kemudian kami evaluasi bersama secara berkelanjutan,” lanjut Rozzaq.
Ke depan, PPA bersama TransTRACK akan terus mengeksplorasi pemanfaatan teknologi untuk mendeteksi lebih awal kondisi jalan tambang yang tidak memenuhi standar. Pengembangan tersebut diharapkan dapat membantu proses standardisasi area pertambangan sebagai bagian dari penerapan Good Mining Practice, sekaligus memperkuat pengelolaan risiko keselamatan di lapangan.
Kolaborasi antara TransTRACK dan PPA akan terus dikembangkan melalui proses identifikasi kebutuhan, riset, serta pengembangan solusi yang mengacu pada kondisi aktual di lapangan. Dengan pendekatan tersebut, teknologi diharapkan dapat terus beradaptasi dengan kebutuhan operasional PPA dan memberikan dampak yang terukur terhadap keselamatan serta kinerja operasional pertambangan secara berkelanjutan.
Postingan Terbaru
Topik :
English