TransTRACK dan Kawasan Industri Medan (KIM) Jalin Kemitraan Strategis untuk Mendorong Digitalisasi Transportasi dan Logistik di Kawasan Industri

TransTRACK dan Kawasan Industri Medan (KIM) Jalin Kemitraan Strategis untuk Mendorong Digitalisasi Transportasi dan Logistik di Kawasan Industri
Reading Time: 3 minutes

Kolaborasi ini menghadirkan pemanfaatan teknologi AI dan IoT guna meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan, layanan digital, serta daya saing kawasan industri.

Jakarta, 27 Juli 2026TransTRACK, perusahaan teknologi (tech enabler) yang berfokus pada digitalisasi operasional armada melalui pemanfaatan Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI), resmi menjalin kemitraan strategis dengan PT Kawasan Industri Medan (Persero) atau KIM melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU). Penandatanganan yang berlangsung di Menara Danareksa, Jakarta, pada 24 Juli 2026 tersebut menjadi tonggak awal kolaborasi kedua perusahaan dalam mengembangkan ekosistem kawasan industri berbasis teknologi.

Kemitraan ini bertujuan mempercepat transformasi KIM menuju konsep Smart Industrial Estate melalui peningkatan efisiensi operasional, penguatan aspek keselamatan transportasi dan logistik, serta pengembangan sistem kawasan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, dan kompetitif. Dalam kolaborasi ini, TransTRACK tidak hanya menyediakan solusi digital, tetapi juga berperan sebagai mitra strategis yang mendukung pengembangan ekosistem bisnis berbasis teknologi di lingkungan KIM. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional tenant, mengoptimalkan pemanfaatan aset, menghadirkan layanan digital yang memberikan nilai tambah, sekaligus menciptakan peluang pendapatan berulang bagi pengelola kawasan.

Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menuturkan bahwa kawasan industri memiliki peranan penting sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, penerapan teknologi digital menjadi faktor yang semakin krusial dalam meningkatkan daya saing Indonesia di tengah perubahan lanskap rantai pasok global.

“Transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan, tetapi telah menjadi kebutuhan bagi kawasan industri untuk meningkatkan efisiensi operasional, keselamatan, dan daya saing. Bersama PT Kawasan Industri Medan (Persero) atau KIM, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar solusi teknologi. Kami berkomitmen menjadi mitra strategis dalam membangun ekosistem bisnis digital yang mampu mengoptimalkan aset, menghadirkan layanan bernilai tambah, sekaligus membuka peluang sumber pendapatan baru bagi pengelola kawasan,” ujar Anggia.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan AI dan IoT diyakini dapat menjadi fondasi dalam menciptakan kawasan industri yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi ini juga berpotensi menjadi contoh implementasi transformasi digital yang dapat diterapkan di berbagai kawasan industri lain di Indonesia.

Sebagai bagian dari implementasi Smart Industrial Estate, ruang lingkup kerja sama mencakup pengembangan berbagai solusi digital, di antaranya Smart Transportation, Smart Logistics, AI Safety, Asset Management, Visitor Management, Smart Parking, Carbon Emission Monitoring, ESG Reporting, serta Digital Command Center. Seluruh inisiatif tersebut dirancang sebagai bagian dari kerangka pengembangan kawasan industri cerdas yang memungkinkan implementasi dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan KIM dan para tenant, tanpa mengabaikan arah strategis kemitraan yang telah disepakati.

Direktur PT Kawasan Industri Medan (Persero) atau KIM, Daly Mulyana, menyampaikan bahwa digitalisasi menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan kawasan, efisiensi operasional, sekaligus memperkuat daya tarik investasi.

“Penandatanganan Nota Kesepahaman ini menjadi langkah awal kemitraan strategis antara KIM dan TransTRACK dalam mendorong pemanfaatan teknologi. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional serta keselamatan transportasi dan logistik, sekaligus membuka peluang model bisnis baru melalui optimalisasi aset, digitalisasi layanan, dan penerapan teknologi AI maupun IoT,” ujar Daly.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi tersebut diyakini akan memberikan manfaat nyata bagi seluruh tenant, memperkuat posisi KIM sebagai kawasan industri modern, serta menjadi referensi transformasi digital yang dapat diterapkan di kawasan industri lainnya di Indonesia.

Kerja sama ini memiliki arti strategis mengingat KIM merupakan salah satu kawasan industri terbesar di Pulau Sumatera yang menjadi pusat aktivitas berbagai industri manufaktur dan logistik. Dengan penerapan teknologi yang terintegrasi, pengelolaan kawasan diharapkan menjadi semakin efektif sekaligus mampu menghadirkan layanan yang lebih optimal bagi tenant maupun seluruh pemangku kepentingan.

Sepanjang masa kerja sama, TransTRACK dan KIM akan melakukan pemantauan serta evaluasi secara berkala guna memastikan setiap program yang dijalankan berlangsung secara optimal dan tetap selaras dengan kebutuhan pengembangan kawasan.

Melalui kemitraan ini, TransTRACK kembali menegaskan komitmennya dalam memperluas implementasi teknologi AI dan IoT di berbagai sektor strategis nasional. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan transformasi industri Indonesia menuju ekosistem transportasi dan logistik yang lebih efisien, aman, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Topik :

berita

Rekomendasi Artikel