Memahami Berthing Time Kapal dan Perannya bagi Efisiensi Pelabuhan
Diposting pada Agustus 17, 2026 oleh Nur Wachda Mihmidati
Berthing time adalah durasi kapal berada di dermaga sejak mulai sandar hingga lepas tambat. Waktu ini mencakup berbagai aktivitas operasional seperti bongkar muat, pemeriksaan, dan pelayanan kapal yang berpengaruh terhadap efisiensi pelabuhan. Simak penjelasan lebih lengkapnya melalui artikel TransTRACK berikut ini!
Apa Itu Berthing Time?
Berthing time adalah waktu yang dibutuhkan kapal sejak mulai memasuki atau menempati area tambatan (berth) di pelabuhan hingga kapal meninggalkan tempat tersebut. Istilah ini digunakan untuk mengukur efisiensi penggunaan dermaga dan kelancaran aktivitas pelayanan kapal.
Secara sederhana, berthing time = waktu kapal berada di dermaga untuk mendapatkan pelayanan, termasuk kegiatan bongkar muat, pengisian bahan bakar, pemeriksaan, atau aktivitas operasional lainnya.
Tahapan Utama dalam Vessel Berthing Time
Berthing time tidak hanya mencakup waktu kapal berada di dermaga, tetapi juga terdiri dari beberapa tahapan operasional yang saling berkaitan. Setiap tahap perlu dikelola dengan baik agar proses sandar hingga keberangkatan kapal berjalan aman dan efisien.
Pre-Berthing Phase (Persiapan & Pengpanduan)
Tahap awal mencakup persiapan dermaga, koordinasi jadwal kedatangan, serta panduan kapal menuju tempat tambat. Pilot, tugboat, dan petugas tambat dapat terlibat untuk memastikan kapal dapat bersandar dengan aman.
Operations Phase (Aktivitas Utama)
Setelah kapal berhasil bersandar, berbagai aktivitas operasional dilakukan sesuai kebutuhan, seperti bongkar muat, pemeriksaan kapal, pengisian bahan bakar, dan pelayanan lainnya. Kelancaran aktivitas pada tahap ini sangat memengaruhi durasi berthing time.
Post-Berthing Phase (Penyelesaian & Lepas Tambat)
Tahap terakhir meliputi penyelesaian aktivitas dan dokumen sebelum kapal berangkat. Setelah seluruh persyaratan terpenuhi, kapal melakukan lepas tambat dengan bantuan petugas, pilot, atau tugboat hingga meninggalkan area dermaga.
Perbedaan Berthing Time, Berthing Date, Waiting Time, dan Dwelling Time
Keempat istilah ini sama-sama digunakan dalam operasional pelabuhan, tetapi memiliki arti dan fungsi yang berbeda. Memahami perbedaannya penting untuk mengukur efisiensi kapal, dermaga, hingga arus barang di pelabuhan.
| Istilah | Pengertian | Fokus Pengukuran |
| Berthing Time | Durasi kapal berada di dermaga sejak mulai sandar hingga lepas tambat. | Lama kapal menggunakan dermaga |
| Berthing Date | Tanggal atau waktu ketika kapal mulai melakukan aktivitas sandar di dermaga. | Waktu kejadian kapal mulai berlabuh/sandar |
| Waiting Time | Waktu yang dihabiskan kapal untuk menunggu sebelum mendapatkan pelayanan atau tempat tambat. | Lama waktu tunggu kapal |
| Dwelling Time | Durasi barang atau kontainer berada di area pelabuhan sejak tiba hingga keluar dari pelabuhan. | Lama barang berada di pelabuhan |
Contoh sederhana: kapal tiba pada 10 Agustus dan harus menunggu 4 jam sebelum mendapatkan dermaga. Setelah sandar, kapal berada di dermaga selama 12 jam sebelum berangkat. Sementara itu, kontainernya membutuhkan waktu 2 hari untuk keluar dari area pelabuhan. Dalam kondisi tersebut, waiting time adalah 4 jam, berthing time 12 jam, sedangkan dwelling time adalah 2 hari.
Faktor yang Mempengaruhi Berthing Time dan Cara Mengoptimalkannya
Berthing time dapat berubah tergantung kondisi operasional kapal dan pelabuhan. Karena itu, diperlukan pengelolaan jadwal dan koordinasi yang baik agar waktu sandar tetap efisien dan tidak mengganggu aktivitas kapal lainnya.
Penyebab Membengkaknya Berthing Time
Berthing time dapat meningkat akibat keterlambatan bongkar muat, keterbatasan fasilitas dermaga, kesiapan tenaga kerja yang kurang optimal, gangguan peralatan, cuaca buruk, hingga koordinasi antar pihak yang tidak efektif. Jadwal kapal yang tidak terencana juga dapat menyebabkan antrean dan memperpanjang waktu penggunaan dermaga.
Solusi Optimasi Berthing Schedule Modern
Optimalisasi dapat dilakukan dengan menerapkan digitalisasi dan pemantauan aktivitas kapal secara real-time. Sistem dapat membantu memantau posisi kapal, memperkirakan waktu kedatangan, mengatur jadwal sandar, serta memberikan informasi operasional kepada pihak terkait. Dengan data yang terintegrasi, pengelola pelabuhan dapat mengambil keputusan lebih cepat, mengurangi waktu tunggu, dan meningkatkan utilisasi dermaga.
Kesimpulan
Berthing time menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur efisiensi operasional pelabuhan. Durasi kapal berada di dermaga dapat dipengaruhi oleh kesiapan fasilitas, aktivitas bongkar muat, koordinasi, hingga kondisi operasional. Dengan pengelolaan jadwal dan pemantauan kapal secara real-time, waktu sandar dapat dioptimalkan sehingga utilisasi dermaga menjadi lebih efektif.
Untuk mendukung pengelolaan tersebut, TransTRACK Vessel Monitoring System membantu memantau posisi dan aktivitas kapal secara real-time, dilengkapi AIS Global Integration, Smart ETA/ETD Prediction, Port Area Monitoring, dan Historical Playback. Manfaatkan Vessel Monitoring System dari TransTRACK untuk meningkatkan visibilitas operasional kapal dan mendukung efisiensi aktivitas pelabuhan.

FAQ
Apa bedanya berthing time dan berthing date?
Berthing time adalah durasi kapal berada di dermaga sejak mulai sandar hingga lepas tambat. Sementara itu, berthing date merujuk pada tanggal atau waktu ketika kapal mulai melakukan proses sandar di dermaga.
Mengapa berthing time yang terlalu lama merugikan perusahaan pelayaran?
Berthing time yang terlalu lama dapat meningkatkan biaya operasional, menghambat jadwal pelayaran, dan mengurangi utilisasi kapal. Keterlambatan juga dapat menyebabkan antrean kapal serta mengganggu jadwal di pelabuhan berikutnya.
Apa yang dimaksud dengan berthing schedule?
Berthing schedule adalah jadwal yang mengatur waktu kedatangan, sandar, aktivitas pelayanan, dan keberangkatan kapal di dermaga. Pengaturan jadwal yang baik membantu menghindari konflik penggunaan dermaga dan mengurangi waktu tunggu kapal.
Bagaimana cara menghitung kisaran berthing time kapal?
Berthing time secara umum dihitung dari waktu kapal mulai sandar hingga waktu kapal lepas tambat. Kisaran durasinya dapat diperkirakan berdasarkan jenis kapal, volume muatan, jenis aktivitas, produktivitas bongkar muat, serta kondisi fasilitas dan operasional pelabuhan.
Postingan Terbaru
Mengenal Carbon Tracking dan Perannya dalam Sustainability
Agustus 31, 2026Mengenal Digitalisasi Pertambangan dan Dampaknya bagi Operasional
Agustus 28, 2026Pahami Bongkar Muat Pelabuhan dan Tahapan Prosesnya
Agustus 26, 2026Topik :
English