Anggia Meisesari, Founder & CEO TransTRACK, Jadi Sorotan Investing in Women sebagai Pengusaha Perempuan Penggerak Inovasi Logistik Indonesia
Diposting pada Juli 1, 2026 oleh Nur Wachda Mihmidati
JAKARTA (01/07/2026) – Kiprah perempuan Indonesia dalam membangun inovasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi kembali mendapat pengakuan di tingkat internasional. Pendiri dan CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, menjadi salah satu perempuan inspiratif yang disorot oleh Investing in Women (IW) dalam peringatan Micro, Small and Medium-sized Enterprises (MSME) Day atas kontribusinya dalam mentransformasi industri logistik melalui teknologi.
Investing in Women merupakan program Australian Aid inisiatif Pemerintah Australia yang telah berkiprah selama satu dekade untuk mempercepat kesetaraan gender melalui peningkatan partisipasi ekonomi perempuan. Dalam kampanye MSME Day tahun ini, IW menampilkan sejumlah perempuan pemimpin bisnis dari Indonesia, Filipina, dan Vietnam yang dinilai berhasil membangun perusahaan berdampak sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi di kawasan.
Salah satu figur yang dipilih adalah Anggia Meisesari, pendiri TransTRACK, perusahaan teknologi asal Indonesia yang menghadirkan solusi digital end-to-end bagi industri logistik dan supply chain. Di bawah kepemimpinannya, TransTRACK berkembang menjadi perusahaan yang membantu berbagai sektor industri meningkatkan efisiensi operasional melalui teknologi berbasis Internet of Things (IoT), Artificial Intelligence (AI), telematika, serta platform digital yang terintegrasi.
Pengakuan tersebut diberikan melalui GLI in Action Case Study Series, yang menyoroti perempuan pemimpin bisnis di Asia Tenggara yang berhasil membangun perusahaan inovatif sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial. Program ini juga mengangkat berbagai tantangan yang masih dihadapi perempuan dalam mengembangkan usaha, mulai dari keterbatasan akses terhadap pendanaan, jaringan bisnis, hingga bias gender, khususnya di sektor-sektor yang masih didominasi laki-laki.
Founder & CEO TransTRACK, Anggia Meisesari, mengatakan bahwa pengakuan tersebut menjadi pengingat bahwa inovasi dan kepemimpinan tidak ditentukan oleh gender, melainkan oleh keberanian untuk menghadirkan solusi yang mampu menjawab tantangan industri.
“Merupakan sebuah kehormatan dapat menjadi bagian dari GLI in Action Case Study Series. Bagi saya, pengakuan ini menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari siapa saja, termasuk perempuan yang memilih untuk berkarya di industri yang selama ini masih didominasi laki-laki. Saya berharap semakin banyak perempuan berani mengambil peluang, membangun solusi, dan memimpin perubahan di bidang yang mereka yakini,” ujar Anggia Meisesari, Founder dan CEO TransTRACK.
Dalam perjalanannya, TransTRACK memperoleh dukungan investasi tahap awal dari YCAB Ventures, salah satu mitra Investing in Women di Indonesia. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting yang mempercepat pertumbuhan perusahaan hingga berhasil mencatatkan successful exit dengan pengembalian investasi (return) sebesar 8,6 kali dari nilai investasi awal.
Keberhasilan tersebut menjadi contoh bagaimana akses terhadap pendanaan yang inklusif mampu mempercepat pertumbuhan perusahaan yang dipimpin perempuan sekaligus menghasilkan nilai ekonomi yang berkelanjutan.
Secara global, perempuan pemilik dan pemimpin usaha masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pembiayaan, jaringan bisnis, hingga bias gender yang masih terjadi, terutama pada sektor-sektor yang didominasi laki-laki seperti teknologi dan logistik. Melalui berbagai kemitraan dengan investor, pelaku usaha, dan pembuat kebijakan, Investing in Women terus berupaya menghilangkan hambatan tersebut agar semakin banyak perempuan dapat berkontribusi secara optimal terhadap perekonomian.
Bagi TransTRACK, pengakuan ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan inovasi digital yang mendukung efisiensi rantai pasok nasional serta membangun ekosistem logistik yang lebih modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sebagai perempuan yang memimpin perusahaan teknologi nasional, Anggia Meisesari berharap semakin banyak perempuan Indonesia berani mengambil peran sebagai inovator, pendiri startup, maupun pemimpin bisnis yang mampu menciptakan dampak positif bagi masyarakat dan perekonomian Indonesia.
Postingan Terbaru
Topik :
English