Mengenal Carbon Tracking dan Perannya dalam Sustainability 

Carbon Tracking
Reading Time: 4 minutes

Carbon tracking adalah proses mengukur, memantau, dan menganalisis jumlah emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas perusahaan. Dengan carbon tracking, perusahaan dapat mengetahui sumber emisi terbesar, memantau perubahan emisi dari waktu ke waktu, serta menyusun strategi untuk menguranginya.

Bagi perusahaan modern, carbon tracking semakin penting karena membantu meningkatkan efisiensi operasional, mendukung target keberlanjutan, memenuhi tuntutan regulasi, dan memperkuat reputasi perusahaan. Dalam operasional fleet dan logistik, misalnya, data konsumsi bahan bakar, jarak tempuh, penggunaan kendaraan, dan rute dapat digunakan untuk menghitung serta mengoptimalkan emisi karbon. Simak penjelasan lebih lanjutnya melalui artikel TransTRACK berikut ini!

Memahami 3 Scope dalam Carbon Emissions Tracking

Dalam carbon emissions tracking, emisi gas rumah kaca perusahaan umumnya dikategorikan ke dalam tiga scope berdasarkan sumber emisinya. Pembagian ini membantu perusahaan memahami dari mana emisi berasal dan menentukan strategi pengurangannya secara lebih terarah.

Scope 1 – Emisi Langsung (Direct Emissions)

Scope 1 mencakup emisi yang dihasilkan langsung dari sumber yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan. Contohnya adalah pembakaran bahan bakar pada kendaraan operasional, boiler, generator, atau peralatan perusahaan.

Dalam operasional fleet, konsumsi BBM kendaraan menjadi salah satu sumber utama Scope 1. Data seperti jumlah bahan bakar yang digunakan, jarak tempuh, dan aktivitas kendaraan dapat membantu perusahaan menghitung serta memantau emisi secara lebih akurat.

Scope 2 – Emisi Tidak Langsung dari Energi (Indirect Energy)

Scope 2 berasal dari energi yang dibeli dan digunakan perusahaan, terutama listrik, steam, heating, atau cooling. Meskipun emisi tidak dihasilkan langsung oleh fasilitas perusahaan, penggunaan energi tersebut secara tidak langsung menghasilkan emisi dari proses produksinya.

Contohnya adalah listrik yang digunakan untuk menjalankan kantor, gudang, fasilitas produksi, atau charging station kendaraan listrik.

Scope 3 – Emisi Rantai Pasok (Value Chain)

Scope 3 mencakup emisi tidak langsung lainnya yang berasal dari aktivitas perusahaan sepanjang value chain, baik dari aktivitas upstream maupun downstream.

Contohnya meliputi emisi dari transportasi oleh pihak ketiga, perjalanan bisnis, distribusi produk, penggunaan produk oleh pelanggan, hingga aktivitas pemasok. Scope 3 biasanya menjadi kategori yang paling kompleks karena sumber datanya melibatkan banyak pihak di luar kendali langsung perusahaan.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Carbon Emissions Tracking Software?

Carbon emissions tracking software membantu perusahaan mengukur, memantau, dan mengurangi emisi karbon secara lebih terstruktur melalui data operasional.

  • Mengukur emisi lebih akurat dari konsumsi bahan bakar, energi, dan aktivitas operasional.
  • Memantau emisi secara berkala untuk mengetahui perubahan dan tren.
  • Menemukan sumber emisi terbesar agar strategi pengurangan lebih tepat sasaran.
  • Mendukung pengambilan keputusan untuk meningkatkan efisiensi operasional.
  • Mempermudah sustainability dan ESG reporting dengan data yang terdokumentasi.
  • Mengurangi biaya operasional melalui efisiensi energi dan bahan bakar.

5 Langkah Menerapkan Tracking Carbon Emissions di Perusahaan

Agar proses tracking carbon emissions berjalan efektif, perusahaan perlu membangun alur yang sistematis, mulai dari menentukan cakupan emisi hingga memastikan hasil pengukuran dapat diaudit dan dilaporkan dengan baik. Perusahaan dapat menerapkan carbon emissions tracking melalui beberapa tahapan berikut: 

  1. Tentukan Batasan Operasional (Operational Boundary)
    Identifikasi fasilitas, aktivitas, dan sumber emisi yang akan diukur, Umumnya, perusahaan mengacu pada tiga scope:
    • Scope 1: Emisi langsung dari aset yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan, seperti bahan bakar kendaraan operasional dan generator.
    • Scope 2: Emisi tidak langsung dari energi yang dibeli, seperti listrik untuk kantor, gudang, atau fasilitas produksi.
    • Scope 3: Emisi tidak langsung dari aktivitas dalam rantai nilai perusahaan, seperti transportasi pihak ketiga, perjalanan bisnis, dan aktivitas pemasok.
  2. Kumpulkan Data Aktivitas (Activity Data)
    Kumpulkan data seperti konsumsi bahan bakar, penggunaan listrik, jarak tempuh, dan aktivitas operasional lainnya.
  3. Pilih Faktor Emisi yang Sesuai (Emission Factor)
    Gunakan faktor emisi yang relevan untuk mengubah data aktivitas menjadi estimasi emisi karbon.
  4. Integrasikan Alat Carbon Tracker
    Gunakan software carbon tracking untuk mengotomatisasi pengumpulan, perhitungan, dan pemantauan data emisi.
  5. Audit & Pelaporan Lanjutan
    Validasi data secara berkala, kemudian gunakan hasil tracking untuk pelaporan, penetapan target, dan strategi pengurangan emisi.

Rekomendasi Fitur Utama dalam Memilih Carbon Emissions Tracking Software

Dalam memilih carbon emissions tracking software, perusahaan sebaiknya mempertimbangkan fitur yang tidak hanya mampu menghitung emisi, tetapi juga membantu memantau sumber emisi dan mengambil tindakan. Beberapa fitur utama yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Multi-Scope Emissions Tracking – mendukung pengukuran Scope 1, 2, dan 3.
  • Automated Data Collection – mengumpulkan data dari kendaraan, energi, dan aktivitas operasional secara otomatis.
  • Real-Time Monitoring – memantau data emisi dan perubahan konsumsi secara berkala atau real-time.
  • Emission Calculation – menghitung emisi berdasarkan data aktivitas dan emission factor yang relevan.
  • Dashboard & Analytics – menyajikan data emisi dalam bentuk dashboard dan analitik yang mudah dipahami.
  • Reporting & Export – memudahkan pembuatan laporan sustainability dan ekspor data untuk kebutuhan audit.
  • Integration & API – dapat terhubung dengan sistem operasional lain untuk menciptakan data emisi yang lebih terintegrasi.
  • Target & Reduction Tracking – membantu perusahaan menetapkan target serta memantau progres pengurangan emisi.

Kesimpulan

Carbon tracking membantu perusahaan memahami, memantau, dan mengurangi emisi yang dihasilkan dari aktivitas operasional. Dengan data yang terukur, perusahaan dapat mengidentifikasi sumber emisi, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pencapaian target sustainability.

Untuk operasional fleet, proses ini dapat dilakukan lebih mudah dengan Fleet Management System dari TransTRACK yang membantu memantau aktivitas kendaraan dan melacak emisi karbon berdasarkan data operasional fleet. Dengan visibilitas yang lebih baik, perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan kendaraan sekaligus mengambil langkah untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan emisi.

Optimalkan fleet sekaligus dukung target sustainability bersama TransTRACK.

Fleet Management System

FAQ

Apa perbedaan antara carbon accounting dan carbon tracking?

Carbon tracking berfokus pada pemantauan dan pencatatan data emisi secara berkala, sedangkan carbon accounting mencakup proses yang lebih luas untuk menghitung, mengklasifikasikan, dan melaporkan emisi berdasarkan standar tertentu. Sederhananya, tracking membantu mengetahui berapa dan dari mana emisi berasal, sementara accounting membantu menyusun data tersebut menjadi perhitungan dan laporan emisi.

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan carbon emissions tracking software?

Biayanya bervariasi tergantung kebutuhan perusahaan, seperti jumlah kendaraan atau fasilitas, cakupan Scope 1–3, jumlah pengguna, integrasi sistem, serta fitur yang dibutuhkan. Software dengan otomatisasi dan integrasi data biasanya membutuhkan investasi lebih besar, tetapi dapat mengurangi proses manual dan meningkatkan akurasi tracking.

Standar apa yang paling umum digunakan dalam tracking carbon emissions?

Salah satu acuan yang paling umum digunakan adalah GHG Protocol, yang mengelompokkan emisi ke dalam Scope 1, Scope 2, dan Scope 3. Standar lain seperti ISO 14064 juga banyak digunakan untuk pengukuran, pelaporan, dan verifikasi emisi gas rumah kaca.

Apakah bisnis kecil (UKM) perlu menggunakan carbon tracker?

Ya. UKM juga dapat menggunakan carbon tracker untuk memahami sumber emisi dan menemukan peluang efisiensi sejak dini. Implementasinya tidak harus kompleks; perusahaan dapat memulai dari sumber emisi utama seperti konsumsi bahan bakar, listrik, dan aktivitas kendaraan, kemudian memperluas cakupannya secara bertahap.

Topik :

manajemen armada

Rekomendasi Artikel