Aris Pujud Kurniawan, Co-founder & CTO TransTRACK, Perkuat Inovasi AI TransTRACK untuk Meningkatkan Keselamatan Transportasi di Indonesia

Aris Pujud Kurniawan, Co-founder & CTO TransTRACK, Perkuat Inovasi AI TransTRACK untuk Meningkatkan Keselamatan Transportasi di Indonesia
Reading Time: 2 minutes

JAKARTA (13/07/2026) – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin membuka peluang besar dalam meningkatkan keselamatan transportasi. Dalam wawancaranya bersama e27, Co-founder & Chief Technology Officer (CTO) TransTRACK, Aris Pujud Kurniawan, terus mendorong pemanfaatan AI yang berfokus pada penyelesaian tantangan nyata di industri transportasi Indonesia.

Bagi Pujud, teknologi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan harus mampu menjawab persoalan operasional yang dihadapi pelanggan setiap hari. Filosofi tersebut menjadi dasar pengembangan berbagai solusi AI di TransTRACK, mulai dari keselamatan berkendara hingga efisiensi operasional armada.

“Setiap inovasi yang kami bangun selalu dimulai dari permasalahan nyata di lapangan. Kami melakukan riset terhadap kebutuhan pelanggan, memvalidasi data yang tersedia, kemudian mengembangkan teknologi yang benar-benar dapat memberikan dampak bagi operasional mereka,” ujar Aris Pujud Kurniawan dalam wawancaranya bersama e27

Komitmen tersebut turut diperlihatkan dalam Road Transport Safety Management System Strengthening Socialisation Programme yang diselenggarakan di Medan pada 4 Juni lalu. Dalam forum yang mempertemukan regulator, operator transportasi, perusahaan asuransi, serta penyedia teknologi tersebut, TransTRACK memperkenalkan solusi Safety Intelligence berbasis AI untuk mendukung implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

Melalui integrasi AI Driver Monitoring System (DMS) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS), solusi tersebut mampu mendeteksi kelelahan pengemudi, perilaku berkendara berisiko, hingga memberikan notifikasi secara real-time kepada pusat kendali. Teknologi ini membantu operator transportasi mengurangi potensi kecelakaan sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan.

Menurut Pujud, meski perkembangan AI berlangsung sangat cepat, TransTRACK memilih pendekatan yang bertanggung jawab. Saat ini perusahaan masih mengimplementasikan AI sebagai intelligent assistant yang mempercepat pengambilan keputusan manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.

“Industri transportasi memiliki tingkat risiko yang tinggi sehingga aspek keselamatan, regulasi, dan kualitas data harus menjadi prioritas. Karena itu, kami mengembangkan AI secara bertahap agar implementasinya benar-benar aman, akurat, dan dapat dipercaya,” jelasnya.

Pujud juga mengungkapkan bahwa tantangan terbesar dalam pengembangan AI di sektor transportasi bukan hanya algoritma, tetapi juga kualitas dan ketersediaan data. Masih banyak data operasional yang tersebar dalam berbagai sistem (data silo), ditambah kondisi infrastruktur dan armada yang sangat beragam di Indonesia.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, TransTRACK memanfaatkan jaringan ribuan perangkat Internet of Things (IoT) yang telah terhubung di berbagai wilayah Indonesia sebagai fondasi pengumpulan data secara real-time. Pendekatan ini memungkinkan solusi AI tetap bekerja secara optimal, bahkan pada lingkungan operasional dengan keterbatasan infrastruktur.

Di bawah kepemimpinan Pujud, TransTRACK juga terus memperkuat kolaborasi riset dengan sekitar sepuluh perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia, serta institusi pendidikan di Korea Selatan. Salah satu hasil kolaborasi tersebut adalah pengembangan teknologi pendeteksi kelelahan pengemudi yang berhasil meningkatkan tingkat akurasi dari sekitar 80 persen menjadi 90 persen melalui berbagai lapisan analisis AI.

Selain teknologi keselamatan berkendara, tim riset TransTRACK saat ini juga mengembangkan berbagai inovasi lain, termasuk teknologi maritim untuk mendukung analisis efisiensi konsumsi bahan bakar.

Didukung lebih dari 200 tenaga pengembang, Pujud menanamkan budaya inovasi yang tetap mengedepankan tanggung jawab. Tim engineering didorong untuk memanfaatkan berbagai teknologi AI terbaru guna meningkatkan produktivitas, termasuk dalam proses pengembangan perangkat lunak, namun seluruh implementasi tetap melalui evaluasi dari sisi keamanan, kepatuhan regulasi, serta manfaat nyata bagi pelanggan.

Sebagai bagian dari pengembangan talenta digital nasional, TransTRACK juga menghadirkan TransTRACK Academy, program pembelajaran yang terbuka bagi mahasiswa, lulusan baru, profesional, maupun perusahaan yang ingin meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang teknologi transportasi, logistik, dan supply chain. Lulusan terbaik bahkan berkesempatan bergabung menjadi bagian dari tim TransTRACK.

Menutup wawancaranya bersama e27, Pujud menargetkan TransTRACK terus mengembangkan kemampuan AI dari sistem semi-otonom menuju teknologi agentic AI secara bertahap, seiring meningkatnya kualitas data, kesiapan infrastruktur, serta kebutuhan industri.

“Visi kami bukan sekadar membangun AI yang semakin cerdas, tetapi menghadirkan teknologi yang mampu menciptakan transportasi yang lebih aman, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh ekosistem,” tutup Aris Pujud Kurniawan.

Topik :

berita

Rekomendasi Artikel